Senin, 09 November 2015

Teta Restoration

Apa itu Teta? Teta adalah kondisi alamiah dimana kita dalam kondisi paling baik untuk membentuk jiwa, membangun jiwa, mengintervensi jiwa, memulihkan jiwa dan merawat jiwa. Teori Teta Restoration yang pertama kali ditemukan oleh Dedy Susanto, seorang praktisi pemulihan jiwa terkemuka ini telah banyak membantu pemulihan jiwa di dunia psikologi.

Teta adalah gelombang otak yang agak sensitif, karena gelombang otak ini dapat dengan mudah naik dan turun. Penggunaan gelombang Teta banyak dilakukan oleh banyak ilmu psikologi untuk membantu merubah mindset dan emosi. Teta berada pada frekuensi 4-8 Hz dimana gelombnag ini adalah gelombang paling mudah untuk menerima karena berada dalam kondisi gelombang yang hipnosis, sehingga memungkinkan adanya full receiving dalam gelombang ini. Ternyata gelombang Teta yang paling baik adalah disaat manusia berada pada masa-masa bayi, karena bayi memiliki kondisi Teta murni selama 24 jam. Menurut Dedy Susanto, keadaan paling baik untuk melakukan terapy pemulihan jiwa terhadap pasien adalah ketika pasien berada pada kondisi Teta, karena pasien dapat dengan mudah memerima pesan-pesan positif yang diberikan oleh penterapi.


Lalu, apa hubungannya kondisi gelombang Teta dengan kehidupan kita sehari-hari? Ternyata gelombang Teta mulai terjadi saat sore bergerak menjelang malam. Mulai dari pukul 06.00 sore sampai dengan pukul 10.00 malam, disaat otak kita mulai rileks dan menjelang jam istirahat, disitulah saat gelombang Teta mulai bekerja. Karena hal ini, maka dapat dikatakan bahwa pada saat jam-jam menjelang istirahat adalah saat yang paling tepat untuk memberikan pesan positif pada otak kita, karena pada saat gelombnag Teta bekerja, otak dapat merekam dengan baik pesan yang disampaikan.

Usahakan untuk membaca, mendengarkan dan menonton hal-hal yang baik pada saat menjelang malam, agar otak kita menerima dan merekam hal yang positif. Hindari untuk melakukan sesuatu yang negatif, seperti membaca, mendengarkan dan menonton hal yang negatif, seperti berbau kekerasan misalnya, karena dapat berakibat buruk untuk otak dan memori kita dalam waktu panjang. Misalnya, pada saat jam 8 malam, kita membaca pesan yang buruk dan berkonotasi negatif, maka hal ini akan kita ingat mungkin untuk seumur hidup. Keesokan harinya, mungkin kita bisa melupakannya, namun lupa bukan berarti hilang. Memory dan ingatan ini akan dapat dengan mudah muncul karena telah terekam dengan baik dalam otak kita.

Itulah mengapa, sebaiknya jangan menonton film horor pada malam hari, karena tidak baik untuk kondisi kejiwaan dan otak kita. Hal ini dapat memberikan sugesti yang buruk pada diri kita, dan kemungkinan efeknya dapat terjadi untuk jangka panjang.


Usahakan pada saat otak kita berada dalam gelombang Teta, untuk mendengar, membaca dan menonton hal-hal yang positif, terutama dapat memotivasi diri kita. Hal-hal yang positif tersebut akan dengan baik terekam dalam otak kita, dan dapat membuat keadaan jiwa kita menjadi lebih baik. Mendengarkan musik klasik, berbicara dengan orang-orang yang dapat memberikan motivasi untuk kita, menonton dan membaca hal-hal yang positif akan sangat memaksimalkan kerja otak kita pada saat berada dalam gelombang Teta. Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

1 komentar: